3S dalam Keperawatan: Menguatkan Pelayanan di RSUD Ajibarang

3S dalam Keperawatan: Menguatkan Pelayanan di RSUD Ajibarang

Ajibarang - RSUD Ajibarang terus memperkuat budaya pelayanan ramah melalui penerapan prinsip 3S ( senyum, salam, dan salaman ) di seluruh unit pelayanan. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien di berbagai lini, termasuk pada salah satu unit rawat inap, yakni Ruang Rawat Inap Elang.

Dalam kegiatan pelayanan sehari-hari, perawat tidak hanya berfokus pada aspek teknis tindakan medis. Komunikasi terapeutik menjadi bagian dari standar kerja, di mana perawat membangun hubungan yang lebih humanis dengan pasien melalui sapaan ramah, dialog ringan, serta tanya jawab mengenai keluhan yang dirasakan. Pasien juga diberikan penjelasan mengenai prosedur medis yang akan dilaksanakan, sehingga setiap tindakan berlangsung dengan transparan dan mengedepankan kenyamanan pasien. Tidak jarang, tenaga keperawatan turut mendengarkan curahan hati pasien yang membutuhkan dukungan emosional selama menjalani masa perawatan.

Kepala ruang Elang, Haris Usman, S.Kep., Ns, menegaskan bahwa pelayanan keperawatan harus mencerminkan profesionalitas tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sikap dan perilaku tenaga kesehatan dalam memberi rasa aman kepada pasien.  “Pasien datang dengan beragam kondisi psikologis, ada yang takut, khawatir, hingga bingung. Ketika perawat memberikan senyum, menyapa dengan hangat, dan hadir sebagai pendengar yang baik, suasana menjadi jauh lebih kondusif. Hal itu sangat berpengaruh terhadap kelancaran tindakan medis dan penerimaan pasien terhadap terapi yang diberikan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gunawan, S.Kep.,Ns,M.Kep selaku Kasi Keperawatan RSUD Ajibarang, menyampaikan bahwa komunikasi efektif telah menjadi salah satu elemen penting dalam standar pelayanan keperawatan.  “Perawat tidak hanya bertugas sebagai pelaksana tindakan medis. Mereka juga harus mampu menjadi pendamping yang menghadirkan rasa aman dan percaya diri bagi pasien. Menjelaskan prosedur, memberikan pemahaman sederhana, menenangkan pasien, hingga menunjukkan empati adalah bagian integral dari pelayanan profesional yang kami dorong untuk diterapkan di seluruh unit,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa rumah sakit secara berkala menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan soft skill bagi tenaga keperawatan. Program tersebut bertujuan memperkuat budaya 3S agar tertanam dalam perilaku kerja perawat di seluruh unit, termasuk berbagai ruang rawat inap. Dukungan emosional dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kepuasan pasien dan mempercepat proses adaptasi pasien selama berada dalam perawatan.

Dengan menggabungkan ketepatan prosedur medis, profesionalitas kerja, dan pendekatan humanis, RSUD Ajibarang berupaya menyediakan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik tetapi juga pada stabilitas emosional pasien. Suasana pelayanan yang ramah dan penuh empati diharapkan mampu mengurangi kecemasan, meningkatkan kepercayaan, serta menciptakan pengalaman perawatan yang lebih positif bagi masyarakat.

Related Posts

Komentar