
Wujud Nyata Pelayanan CERIA: Mengawal Mutu dan Keselamatan Pasien RSUD Ajibarang Sepanjang Tahun 2025
AJIBARANG - Rumah sakit yang berkualitas tidak hanya dinilai dari megahnya gedung atau lengkapnya peralatan, melainkan dari bagaimana mutu pelayanan dan keselamatan pasien diletakkan sebagai prioritas tertinggi dalam setiap tindakan medis. Memberikan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud tanggung jawab dan kepedulian yang mendalam kepada masyarakat. Melandasi semangat CERIA (Cepat, Efisien, Ramah, Ikhlas, dan Aman), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang senantiasa menempatkan mutu klinis dan keselamatan pasien (patient safety) sebagai prioritas tertinggi dalam setiap lini layanan. Sebagai bentuk transparansi publik dan evaluasi berkala, Komite Mutu RSUD Ajibarang memaparkan capaian 13 Indikator Nasional Mutu (INM) Tahun 2025. Hasil monitoring sepanjang tahun menunjukkan dedikasi seluruh tenaga medis dan staf rumah sakit dalam menjaga standar pelayanan kesehatan yang unggul dan akuntabel.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai rapor performa RSUD Ajibarang dalam 13 indikator nasional mutu sepanjang tahun 2025 yang membuktikan dedikasi tanpa henti dari seluruh jajaran tenaga medis dan staf rumah sakit.
- Garda Terdepan Pencegahan Infeksi: Kebersihan Tangan dan APD
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) adalah benteng pertahanan pertama dalam lingkungan rumah sakit untuk meminimalkan risiko penularan penyakit. Dua indikator utama dalam kategori ini menunjukkan tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi dari petugas kesehatan RSUD Ajibarang.
- Kepatuhan Kebersihan Tangan (Capaian Rata-rata: 91,90%) Melakukan cuci tangan sesuai prinsip 5 Moments for Hand Hygiene adalah hal wajib bagi setiap petugas, baik menggunakan sabun di air mengalir maupun cairan berbasis alkohol (handrub). Pada tahun 2025, rata-rata kepatuhan kebersihan tangan di RSUD Ajibarang berhasil mencapai 91,90%. Angka ini tidak hanya melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar ≥85%, tetapi juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 90,52%. Bahkan, jika disandingkan dengan rumah sakit pembanding (RS Allam Medika dengan rata-rata 87,39%), pencapaian RSUD Ajibarang unggul sebesar 4,51%. Keberhasilan ini berdampak langsung pada tertekannya risiko infeksi nosokomial (Healthcare Associated Infections/HAIs) dan mempercepat masa pemulihan pasien.
- Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri / APD (Capaian Rata-rata: 95,49%) Perlindungan bagi tenaga kesehatan dan pasien dari risiko paparan infeksi diwujudkan lewat penggunaan APD yang tepat. Sepanjang 2025, angka kepatuhan penggunaan APD mencapai 95,49%. Rumah sakit terus mengoptimalkan pemenuhan logistik APD di setiap unit serta rutin menggelar edukasi penyegaran (refreshment) prinsip pencegahan infeksi bagi staf agar mencapai target sempurna 100%.
- Memastikan Keamanan Pasien: Identifikasi Tepat dan Bebas Risiko Jatuh
Menghindari kekeliruan medis dimulai dari hal paling mendasar: memastikan bahwa setiap tindakan diberikan kepada pasien yang tepat dengan cara yang aman.
- Kepatuhan Identifikasi Pasien (Capaian Rata-rata: 99,99%) Sebelum memberikan obat, nutrisi, darah, pengambilan spesimen, atau tindakan diagnostik, petugas wajib memverifikasi minimal dua penanda identitas pasien (seperti nama lengkap dan tanggal lahir). RSUD Ajibarang berhasil membukukan kepatuhan luar biasa sebesar 99,99%, hampir menyentuh target sempurna 100%. Upaya sosialisasi berkelanjutan, pengawasan ketat, serta pembekalan wajib mengenai Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) bagi seluruh pegawai baru terus dijalankan agar celah kesalahan sekecil apa pun dapat sepenuhnya dieliminasi
- Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh (Capaian Rata-rata: 100%) RSUD Ajibarang sukses meraih nilai sempurna 100% dalam kepatuhan pencegahan risiko pasien jatuh. Pencapaian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien yang memiliki risiko tinggi jatuh telah mendapatkan asesmen dan intervensi pencegahan yang sesuai standar keselamatan. Keberhasilan ini berkontribusi besar dalam meminimalkan cedera fisik tambahan selama pasien menjalani masa perawatan di rumah sakit. Untuk mempertahankan prestasi ini, manajemen secara kontinu menyosialisasikan pentingnya pendokumentasian asesmen risiko jatuh yang disiplin
- Ketepatan Waktu dan Responsivitas Tindakan Medis
Dalam dunia medis, waktu sering kali menjadi penentu keselamatan jiwa. RSUD Ajibarang terus memangkas waktu tunggu demi memberikan pelayanan yang cepat dan efisien.
- Waktu Tanggap Operasi Seksio Sesarea (SC) Emergensi (Capaian Rata-rata: 68,75%) Indikator ini mengukur kecepatan penanganan operasi SC darurat kategori I sejak diputuskan hingga tindakan dimulai (target ≤30 menit). Rata-rata capaian tahunan sebesar 68,75% memang belum sepenuhnya memenuhi target ideal ≥80%. Namun, terdapat perbaikan sistem yang sangat signifikan di akhir tahun: pada bulan November dan Desember 2025, capaian berhasil menyentuh 100%! Lompatan besar ini dicapai berkat kebijakan strategis rumah sakit yang menerapkan penjadwalan petugas Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan tim Anestesi selama 24 jam penuh, sehingga koordinasi penanganan kasus darurat obstetri berjalan jauh lebih responsif.
- Waktu Tunggu Rawat Jalan (Capaian Rata-rata: 82,05%) Menunggu di poliklinik rawat jalan sering kali menjadi titik jenuh bagi pasien. Di RSUD Ajibarang, waktu tunggu dari pasien mendaftar hingga diperiksa oleh dokter di bawah 60 menit berhasil mencapai 82,05%, melampaui target minimal yang ditetapkan sebesar ≥80%. Pencapaian positif ini didorong oleh optimalisasi pendaftaran online via JKN Mobile, penyediaan mesin Anjungan CERIA mandiri untuk mencetak SEP secara cepat, serta penempatan petugas front office yang sigap memandu pasien.
- Penundaan Operasi Elektif (Capaian Rata-rata: 0,11%) Kejadian penundaan tindakan operasi terjadwal yang melebihi 1 jam berhasil ditekan hingga angka yang sangat minim, yaitu hanya 0,11% (jauh di bawah batas toleransi maksimal ≤5%). Hal ini menunjukkan bahwa sistem penjadwalan operasi melalui SIMRS dan koordinasi yang apik antara tim IBS, ruang rawat inap, dokter operator, serta tim anestesi telah berjalan dengan sangat harmonis dan profesional.
- Kepatuhan Waktu Visite Dokter (Capaian Rata-rata: 99,59%) Kehadiran dokter spesialis untuk memeriksa perkembangan pasien rawat inap secara tepat waktu sangat penting bagi kontinuitas terapi pasien. RSUD Ajibarang mencatatkan rata-rata kepatuhan visite dokter yang luar biasa sebesar 99,59% (jauh melampaui standar nasional ≥80%). Angka ini juga terbukti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian rumah sakit pembanding yang berada di angka 80,55%.
- Standardisasi Medis dan Kecepatan Respons Klinis
Kualitas pelayanan medis diukur dari bagaimana data klinis dikelola dengan cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat.
- Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium (Capaian Rata-rata: 100%) Hasil laboratorium darurat yang bersifat kritis wajib dilaporkan kepada dokter penanggung jawab dalam waktu kurang dari 30 menit demi keselamatan pasien. RSUD Ajibarang sukses mempertahankan capaian sempurna 100% sepanjang tahun 2025. Sistem koordinasi cepat ini memastikan tindakan medis darurat dapat segera diambil tanpa penundaan. Jika petugas laboratorium menemui hambatan telepon dengan dokter penanggung jawab utama, laporan akan segera dialihkan ke dokter bangsal demi keselamatan pasien.
- Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional (Capaian Rata-rata: 90,49%) Peresepan obat jaminan kesehatan yang mengacu pada Formularium Nasional sangat penting untuk menjamin terapi yang efektif, aman, sekaligus efisien dari segi pembiayaan. Dengan kepatuhan sebesar 90,49% (target ≥80%), RSUD Ajibarang membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang rasional dan akuntabel kepada masyarakat.
- Kepatuhan terhadap Alur Klinis / Clinical Pathway (Capaian Rata-rata: 89,27%) Clinical Pathway (CP) mengintegrasikan seluruh langkah asuhan yang diberikan kepada pasien secara terstandar dan berbasis bukti. RSUD Ajibarang meraih tingkat kepatuhan sebesar 89,27%, melebihi target nasional sebesar ≥80%. Capaian ini menunjukkan sebagian besar tenaga medis telah menjalankan pelayanan klinis yang terstandar guna meminimalkan variasi pelayanan yang tidak perlu.
- Mendengarkan Suara Masyarakat: Penanganan Komplain dan Kepuasan Pelanggan
Muara akhir dari seluruh program peningkatan mutu dan keselamatan di rumah sakit adalah hadirnya kepuasan serta rasa aman bagi masyarakat yang dilayani.
- Kecepatan Waktu Tanggap Komplain (Capaian Rata-rata: 100%) RSUD Ajibarang memandang kritik, saran, dan pengaduan masyarakat sebagai modal berharga untuk terus berbenah. Seluruh komplain lisan maupun tertulis berhasil direspons cepat sesuai batas waktu yang ditetapkan (100%). Keberadaan tim penanganan keluhan, pojok pengaduan, dan berbagai kanal digital memastikan suara masyarakat selalu didengar dan ditindaklanjuti secara tuntas.
- Kepuasan Pasien (Capaian Rata-rata: 91,85) Muara dari seluruh ikhtiar peningkatan mutu adalah senyum dan kepuasan masyarakat. Berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berkala melalui sistem SUSANMAS, RSUD Ajibarang meraih skor indeks kepuasan 91,85 (kategori Sangat Baik), melampaui target standar ≥ 76,61.
Menuju Layanan "CERIA" yang Berkelanjutan
Rapor mutu tahun 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh elemen di RSUD Ajibarang senantiasa bersinergi memberikan yang terbaik bagi kesehatan masyarakat. Meski sebagian besar indikator melampaui target, Komite Mutu dan jajaran manajemen tidak berpuas diri. Evaluasi berkelanjutan melalui siklus PDSA (Plan-Do-Study-Action) dan inovasi digitalisasi layanan akan terus diperkuat agar RSUD Ajibarang senantiasa menjadi rumah sakit rujukan yang andal, profesional, dan menentramkan bagi seluruh keluarga.
Bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya, capaian indikator mutu nasional ini merupakan garansi objektif bahwa Anda berada di tangan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan tepercaya. RSUD Ajibarang berkomitmen penuh untuk terus mempertahankan capaian gemilang ini demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan moto utamanya: CERIA (Cepat, Efisien, Ramah, Ikhlas, dan Aman).


