Dokter Spesialis Anestesi dr. Igun Winarno, Sp.An-TI Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Syok di RSUD Ajibarang

Dokter Spesialis Anestesi dr. Igun Winarno, Sp.An-TI Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Syok di RSUD Ajibarang

Ajibarang – RSUD Ajibarang menyelenggarakan Workshop Integrasi Layanan Klinis: Sinkronisasi PONEK, Stunting, Konseling Prognas, dan PPRA di Rumah Sakit Angkatan I pada 5–6 Agustus 2026 di Aula Utama RSUD Ajibarang. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai profesi dan unit pelayanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Igun Winarno, Sp.An-TI hadir sebagai salah satu pembicara dengan menyampaikan materi mengenai penilaian sirkulasi dan deteksi dini syok. Materi ini menjadi bagian penting dalam peningkatan kemampuan tenaga kesehatan untuk mengenali kondisi kegawatdaruratan dan menentukan tindakan awal secara cepat, tepat, serta terkoordinasi.

Dalam paparannya, dr. Igun menjelaskan bahwa penilaian sirkulasi tidak hanya berfokus pada tekanan darah. Tenaga kesehatan juga perlu memperhatikan frekuensi dan kekuatan nadi, capillary refill time atau CRT, produksi urine, kondisi kulit, tingkat kesadaran, serta kemungkinan terjadinya perdarahan.

“Syok merupakan kegagalan perfusi jaringan, bukan sekadar tekanan darah yang rendah. Oleh karena itu, tanda-tanda kompensasi harus dikenali sebelum hipotensi muncul,” jelasnya dalam penyampaian materi.

Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi denyut jantung cepat atau takikardia, penurunan tekanan darah, CRT lebih dari dua detik, kulit dingin dan pucat, penurunan kesadaran, produksi urine yang berkurang, serta peningkatan kadar laktat apabila pemeriksaan tersedia. Deteksi dini terhadap tanda-tanda tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan resusitasi dan mencegah terjadinya gangguan fungsi organ yang lebih berat.

Peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga menyelaraskan pemahaman dan koordinasi antarprofesi dalam penanganan pasien. Integrasi pelayanan PONEK, penanganan stunting, konseling program nasional, serta Program Pengendalian Resistensi Antimikroba atau PPRA diperlukan agar pelayanan kepada pasien dapat dilaksanakan secara komprehensif, berkesinambungan, dan sesuai standar.

Melalui workshop tersebut, RSUD Ajibarang berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di unit kerja masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen RSUD Ajibarang untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat kolaborasi antarunit, serta menghadirkan pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Related Posts

Komentar