PERAN KITA DALAM MENJAGA NILAI-NILAI PANCASILA

PERAN KITA DALAM MENJAGA NILAI-NILAI PANCASILA

Ajibarang, Hari lahir Pancasila, berbeda loh dengan Hari Kesaktian Pancasila. Tahun ini peringatan Hari Lahirnya Pancasila terasa berbeda, mengapa ? Hal ini dikarenakan suasana menjelang lebaran yang sudah memasuki H-4 Lebaran 1440 H, dimana orang sudah banyak yang mudik dan perintah semua ASN untuk ikut serta memperingati hari lahirnya Pancasila.

Sebagaimana sejarah Pancasila, ditandai dengan Pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945. Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengadakan sidangnya yang pertama dari 29 Mei dan selesai tanggal 1 Juni 1945. Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang, pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakan Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI.

Selanjutnya BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Lalu dibentuklah Panitia Sembilan terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945 dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. 

Setelah melalui proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Ir. Soekarno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI.

Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Ir. Soekarno itu berisi Lahirnya Pancasila. (diambil dari beberapa sumber, diantaranya detik.com). Kini, tanggal 1 Juni resmi ditetapkan jadi Hari Lahir Pancasila lewat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo. Presiden menyampaikan keputusan ini melalui pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung pada 1 Juni 2016. Tanggal 1 Juni juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

RSUD Ajibarang sebagai salah satu bagian dari Negara inipun ikut memperingati Hari Kelahiran Pancasila dengan caranya masing-masing, karena penjabaran nilai-nila Pancasila ini bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan baik, berketuhanan yang maha esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, membina persatuan Indonesia, selalu menjunjung tinggi jiwa kerakyatan dan bermusyawarah dalam mengambil keputusan serta selalu mengedepankan rasa keadilan dalam pergaulan, mengambil keputusan dan saling mengisi dan membantu dalam jiwa kesosialannya.


Tim IBS dalam Pelayanan Laparatomi di saat Hari Lahir Pancasila, bersama, dr. Heri, SpB, dan Kawan-kawan (maaf mengambil foto sebentar sebagai dokumentasi sebelum mulai)

Jiwa-jiwa Pancasila ini ditunjukkan oleh seluruh civitas RSUD Ajibarang, sesuai dengan perannya, dimanapun berada, sebagai contoh Tim Bedah di pimpin oleh dr. Heri SpB bersama dr. Zaenal, SpAn dan kawan-kawan IBS dan Anestesi telah menjalankan peran dan nilai-nilai Pancasila dengan memberikan pertolongan pada pasien yang memerlukan operasi Laparotomi sejak jam 05.30 pagi dan masih berjalan sampai sampai jam 07.30 WIB, dr. Dita bersama tim IGD bekerja semalam suntuk memberikan pertolongan kegawat daruratan di IGD, dr. Tiska bersama dengan Tim ICU memberikan pertolongan dan pemantauan pasien-pasien kritis di ICU, Petugas TPPRI dengan perannya memberikan general concent kepada keluarga pasien yang akan mendapatkan pelayanan rawat inap, cleaning service dengan perannya untuk menjaga kebersihan dan kerapihan rumah sakit.

dr. Dita, bersama Tim IGD di Hari Lahir Pancasila

Tim RSUD Ajibarangpun tidak kalah juga dengan memperingati Hari Lahir Pancasila ini dimanapun tempatnya, sebagai contoh Khalifah Mahardika, S.Kep.Ns (Koor. Ruang ICU)  bersama Istri Dyas Mahardika (Tim Diklat) dikarenakan sudah cuti mudik lebaran mengikuti upacara di Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo, ada yang di Kecamatan Ajibarang, ada yang di Alun-alun Purwokerto. Itulah salah satu wujud kita dalam mengakui dan melaksanakan nilai-nila Pancasila.

Sebagai renungan untuk diri kita mengenai nilai-nilai Pancasila yang agung ini, sudah seberapakah Pancasila Kita ? Untuk Sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, ketika Tuhan sering kita anggap tidak ada dalam kehidupan sehari-hari kita dengan kita melalaikan perintahNya dan kita melupakan keberadaanNya dan KuasaNya. Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, ketika manusia lain kita anggap bukan manusia dengan kita membencinya tanpa menjunjung tali silaturakhim dan rasa kasih sayang, Sila Ketiga,  Persatuan Indonesia, Ketika kepentingan pribadi dan golongan yang sesaat lebih utama dalam mewujudkan persatuan umat dan rakyat Indonesia, Sila Kempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan ketika kita bermusyawarah dilandasi kepentingan-kepentingan tersembunyi yang menghancurkan kebijaksanaan, serta ketidakbertanggungjawaban kita dalam melaksanakan kemufakatan hasil bermusyawarah. Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, ketika kita tersenyum manakala keadilan lebih condong kepada diri dan kelompoknya dan menutup mata dan telinga ketika melihat dan mendengar jeritan rintih tangis tetangga yang lapar karena belum makan.

Inilah sekedar renungan buat kita bahwa kita sebagai warga dan ASN yang baik, hendaknya bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai sendi kehidupan. Semoga Rakyat semakin memahami dan terwujud negara yang Adil Makmur baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr, Allâh Azza wa Jalla berfirman:

 لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

 “Sungguh bagi Kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Rabb) di kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan:) “Makanlah dari rizki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr”. [Saba’/34:15]. (1 Juni 2019,-, goens”GN)

GALERIA FOTO :

Tim Managemen RSUD Ajibarang bersama Ibu Direktur dr. Widyana Grehastuti, SpOG

Tim RSUD Ajibarang di Alun-Alun Purwokerto

Khalifah dan Dyas, Upacara di Kecamatan Mojolaban Sukoharjo

Tim ICU dan TPPRI di saat Hari lahir Pancasila

Peran Cleaning Service di Hari Lahir Pancasila

Kedatangan awal menunggu Upacara Hari Lahir Pancasila Dimulai

 

Recent Works

CAPACITY BUILDING “SENSE OF HUMANITY” RSUD AJIBARANG

Ajibarang,- Menumbuhkan rasa kemanusiaan untuk bisa bergerak menolong tanpa diminta dan menolong tan

PENGUMUMAN HASIL TES KETERAMPILAN PENGADAAN PNP RSUD AJIBARANG TAHUN 2017

Berdasarkan Pengumuman Direktur RSUD Ajibarang Nomor 445.1/663/V/2017 tentang Hasil Tes Keterampilan

TIM ZERO DIKLAT RSUD AJIBARANG BERLATIH SELF APLICATION CAPACITY BUILDING

Tim Zero RSUD Ajibarang terus berbenah meningkatkan kualitas diri dalam usaha untuk mengasah kemampu

Komentar