PARA DOKTER RSUD AJIBARANG MENDAPATKAN TRAINING RESUSITASI NEONATUS

PARA DOKTER RSUD AJIBARANG MENDAPATKAN TRAINING RESUSITASI NEONATUS

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, angka kematian bayi dari bulan Januari hingga April 2018, sudah mencapai 50 kejadian. Terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya kematian pada bayi. Faktor ini bisa berasal dari Ibu dan dari bayi. Ibu hamil dengan penyakit penyerta seperti penyakit kronis, anemia, kurang gizi  dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada janin yang dikandungnya. Sedangkan dari faktor bayi, kondisi bayi dengan gangguan nafas, gangguan sirkulasi, keadaan bayi dengan berat badan lahir rendah, atau kondisi bayi dengan kelainan kongenital (kelainan bawaan) dapat meningkatkan resiko kematian pada bayi.

RSUD Ajibarang sebagai  unit penyedia pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas, sangat memiliki andil dalam usaha penurunana angka kematian bayi ini. Salah satu usaha yang telah dilakukan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada para dokter yang terjun langsung dalam pelayanan pasien.

Seperti yang terlaksana pada hari ini, RSUD Ajibarang melalui Instalasi Diklat & PSDM bekerjasama dengan Bagian/SMF Anak, meyelenggarakan In House Training Resusitasi Neonatus  untuk dokter dan dokter intership yang bertugas di RSUD Ajibarang. Kegiatan ini bisa dikatakan merupakan breakdown dari program Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dalam usaha penurunan angka kematian bayi di Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya beberapa bulan yang lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga telah melaksanakan kegiatan sejenis, dimana RSUD Ajibarang merupakan salah satu Rumah sakit yang diminta untuk mengirimkan perwakilannya.

Direktur RSUD Ajibarang, dr. Dani Esti Novia sendiri  berharap dengan pelaksanaan kegiatan ini, ketrampilan para dokter dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada bayi dapat semakin baik, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Ajibarang dan memberikan andil dalam mengurangi angka kematian bayi di Kabupaten Banyumas.

Narasumber dalam kegiatan IHT Resusitasi Neonatus hari ini adalah dokter – dokter spesialis anak yang berugas di RSUD Ajibarang,  dr. Florence Alexandra, Sp.A, dr. Garata Dwi Yulia N P, Sp.A  dan dr. Din Alfina, Sp.A, dibantu dr. Coraega Gena Ernestin dan tim perawat ruang perinatologi RSUD Ajibarang. Acara ini diikuti oleh 24 peserta, teknis pelaksanaan acaranya  terbagi dalam sesi penyampaian materi dan sesi praktik ketrampilan. Diawali dengan Simulasi Megacode, dilanjutkan dengan Skill Station I : pengenalan Alat & Langkah Awal, Skill Station II : Teknik VTP, RKP dan Intubasi, Skill Station III :Infus Umbilikal & Obat-obatan , Skill Station IV : Stabilisasi dan Transportasi, diakhiri dengan Ujian OSCE.

Rasa ingin tahu yang tinggi dari para peserta, membuat kegiatan ini lebih hidup dan menyenangkan. Para peserta tidak ragu untuk mempraktikkan ketrampilan – ketrampilan yang diajarkan dan mencoba alat – alat yang tersedia, sambil sesekali merekan menanyakan beberapa hal yang belum mereka pahami kepada narasumber.

Demikian liputan kami, sampai jumpa diliputan kegiatan ilmiah berikutnya, terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas kekurangan kami dalam penyampaiannya.

By Dyas Diklat

Wassalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh.

 GALERIA RESNAT

"SEMOGA MENJADIKAN KENANGAN TERINDAH DOKTER GARATA"

"TERIMA KASIH UNTUK KERJA KERAS DAN SUMBANGSIH SMF ANAK"

Recent Works

Akreditasi : Survei Verifikasi Tahun Kedua Menuju RSUD Ajibarang Tetap Paripurna

Ajibarang, -Dua tahun sudah RSUD Ajibarang menyandang sebagai rumah sakit dengan terkareditasi parip

Seminar Ilmiah “Kegawatdaruratan Paru, Orthopaedi, dan Psikiatri”

Dalam rangka menyambut ulang tahun RSUD Ajibarang yang ke-12 yang bertema “Dengan semangat 12

PELAYANAN INTENSIF CARE UNIT RSUD AJIBARANG

Salam sehat untuk kita semua..... Baru-baru ini, tepatnya pada tanggal 25 Juli 2018, RSUD Ajibarang

Komentar