
PELATIHAN KE-3, DARI HATI, JADIKAN HABBIT, KU KEMBANGKAN JADI KARAKTER UNTUK MENYONGSONG TAKDIRKU UNTUK MELAYANI DENGAN CARA YANG TERBAIK ||SERVICE EXCELLENT
AJIBARANG – Era Pandemi Covid-19 yang sedang menuju new normal ini, Bagian Diklat dan PSDM RSUD Ajibarang kembali mengadakan pertemuan tatap muka. Tidak terasa pelatihan “In House Training Service Excellent” sudah memasuki Gelombang yang ke-3. Pada Gelombang ke-3 ini di laksanakan pada hari rabu tanggal 17 November 2021.
Kegiatan IHT ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pegawai dalam memberikan service excellent kepada pasien dalam menunjang pelayanan prima di RSUD Ajibarang. Pada Gelombang ke-3 ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari Bagian Administrasi dan Keuangan, Bidang Pelayanan dan Keperawatan, dan Bidang Penunjang sesuai dengan undangan yang sudah dibagikan.
.jpg)
Di awal acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan sikap sempurna. Pembawa Acara diawal menjelaskan mengenai safety breafing Ruang Pertemuan Diklat dan PSDM lantai 2, tujuannya supaya kegiatan yang kita lakukan berjalan lancer dan tidak terjadi keaadaan yang tidak di inginkan.
Kegiatan kali ini berbeda dengan gelombang sebelumnya, dimana pembukaan acaranya di wakilkan oleh dr. Ahmad Hermanto, MM selaku Kabid pelayanan dan Keperawatan mewakili Ibu Direktur yang sedang menghadiri acara ARSADA Nasional Di Jakarta.

Berlanjut pada acara berikutnya, yaitu pelatihan ini dibuka oleh dr. Ahmad Hermanto, MM selaku Kabid pelayanan dan Keperawatan RSUD Ajibarang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kita di rumah sakit ini ada 2 pelanggan internal dan pelanggan eksternal, maka dalam memberikan pelayanan kepada pasien, kita harus bisa memberikan yang terbaik dengan ikhlas dan hanya diniatkan untuk mendapat ridho Allah SWT.
“Rumah Sakit Kita fasilitasnya sudah mulai lengkap, maka kita barengi dengan skil kita dan sikap kita untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien. Dalam service excellence ada dua kompunen yang harus diperhatikan yaitu komponen individu dan komponen system. Sikap dalam individu atau unit harus baik dalam pelayanan, ramah, empati, penampilan menarik, perhatian atau care terhadap pelanggan.” Pungkas Pak Kabid Pelayanan.
Berlanjut dengan materi berikutnya yaitu pengantar mengenai manfaat mengikuti IHT. Bahwa dengan mengikuti IHT dengan ikhlas, maka kita akan mendapatkan manfaat dengan baik seperti peningkatan knowledge, skill dan attitude.
Kemudian dilanjutkan dengan presentasi kasus dan diskusi kasus “Ibu Surti” yang disampaikan oleh Coach dr. Igun Winarno, Sp.An. Beliau menceritakan sebuah kisah seorang Ibu Surti dengan segala lika liku perjalananya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di sebuah Rumah Sakit.

“Dari kasus yang sudah di sampaikan, silahkan anda menganalisa masalah yang ada dalam cerita “Ibu surti” tersebut dan apa yang dapat diambil ibroh atau hikmanya untuk perbaikan pelayanan kita.” Tambahnya di saat setelah membacakan kasus diatas.
Peserta sangat antusias mendengarkan dan menganalisa mengenai kasus yang sudah disampaikan oleh coach dr. Igun Winarno, Sp.An, salah satunya yaitu peserta atas nama mas Lukman dari Anestesi mengatakan bahwa kita berikan pelayanan yang terbaik pada pasien jika pasien itu adalah saya atau keluarga saya. Kita harus peka dan seandainya itu aku.

“Saya simpulkan dari hasil diskusi yang sudah disampaikan oleh rekan-rekan yang sangat hebat, bahwa hikmah yang dapat diambil dari kasus di atas adalah posisikan kita sebagai pasien bagaimana kita mengharapkan pelayanan yg baik, Siapapun yg datang dianggap saja sebagai tamu dan muliakan tamu dengan baik, Hadapi konflik dengan senyum, Kemarahan di hadapi dengan senyuman dan permohonan maaf karena adanya harapan yg tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.” Pungkasnya di akhir presentasinya.
Waktu terus berjalan, maka lanjut pada materi berikutnya mengenai “Sisi Batiniah Service Excellent” yang disampaikan oleh Coach Adrian Wisnu Wardana, SST, Ft. Materi ini mengupas aspek-aspek batiniah yang mana tidak hanya hard skill, namun soft skill pun memiliki peranan penting seseorang dalam memberikan pelayanan yang paripurna.

“Bahwa manusia itu mempunyai dorongan nafsu yang selalu suka kedermawanan, suka kata-kata manis, suka keindahan, suka dihormati, Perlakukan orang lain seperti dirinya suka diperlakukan dengan baik, jika kita menolong maka kita juga akan di tolong. Positif akan menarik positif. Dalam memberikan pelayanan maka tanamkan sifat-sifat Qoulan sadidan (benar, tidak ngawur, tidak bohong), Qoulan Balighon (tersampaikan), Qoulan Layyinan (lemah lembut), Qoulan Kariman (memualiakan), Qaulan Masyuron (menyenangkan, mudah di mengerti.” Pungkasnya.

Setelah kita belajar mengenai sisi batiniah manusia dan jika keinginan tidak sesuai dengan apa yang di harapkan, maka kita harus mempunyai jalan pemikiran atau arah yang kuat untuk menggapainya, Pada Materi ke-3 ini di bahas mengenai “Strong Why”, yang disampaikan oleh Coach Gusmanto, apt. Dalam materi ini, lebih ditekankan menggali alasan, kekuatan, dorongan, motivasi apa yang membuat seseorang mau memberikan pelayanan yang terbaik kepada orang lain.

Dengan Strong Way yang baik dan kuat, maka kita harus meningkatkan “Profesional Hospitality” yang disampaikan oleh Coach Fajar rubiyanti, S.Kep.Ns. Beliau menyampaikan bahwa ternyata penampilan, sikap dan cara berkomunikasi kita menjadi hal yang sangat penting dalam kita berinteraksi dengan orang lain. First impressions always be important.
“Kita harus bersikap ramah, menarik, karena nantinya pelanggan akan melilih pelayanan kita berapapun harganya jika pelanggan merasa puas atas pelayanan kita” Tambahnya.

Kita akan dapat meningkatkan “Profesional Hospitality”, maka kita harus membudayakan mengenai “3 S : Senyum Salam Salaman” yang disampaikan oleh Coach Ir. Bukhori, M.Si. dan Coach Ninu desyarni, S.Kep.,Ns, dengan meRefresh kembali mengenai senyum salam salaman. Meskipun masih dalam kondisi pandemi, wajib memakai masker dan menjaga physical distancing, tidak menghalangi seseorang untuk selalu melakukan 3S kepada siapapun. Siapa yang tidak senang jika diberi senyum. Berikan senyuman dengan ikhlas kepada orang lain, maka nilai ibadah akan kembali ke kita.
Diadakan skill station setelah semua materi selesai diberikan. Dalam skill station ini, peserta dibagi menjadi 8 kelompok. Masing – masing kelompok supaya mempraktekan mengenai bagaimana cara mengucapkan salam dengan sikap maksimal sebanyak 20 kali, tujuannya untuk menjadikan habbit atau kebiasaan yang nanti akan dilaksanakan sehari—hari.

Skill yang ke-2 akan diberikan kasus tentang pelayanan yang terjadi di rumah sakit untuk di analisa apa masalahnya, bagaimana solusinya dan diminta untuk melakukan simulasi sesuai kasus yang didapatkan. Stase ini menjadi sangat atraktif karena seluruh audience berperan serta.
Kegiatan IHT Service Excellent gelombang ke-2 ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh coach Gusmanto. Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan baik dan lancar.
Dan ada sebuah petikan yang sangat bagus untuk kita renungi bersama : berikan pelayanan yang melebihi apa yang diharapkan oleh pelanggan, maka akan menjadi media pemasaran yang murah dan cepat tentang mutu pelayanan kita
_Gude_
GALERIA FOTO KEGIATAN


.jpg)
.jpg)
.jpg)











