MANAGER PELAYANAN PASIEN SEBAGAI TOUR GUIDE PASIEN DI RUMAH SAKIT

Jumat, 03 Agustus 2018 | 11647 Kali
MANAGER PELAYANAN PASIEN SEBAGAI TOUR GUIDE PASIEN DI RUMAH SAKIT

Ajibarang,- Baru-baru ini RSUD Ajibarang memberangkatkan salah satu SDM nya yaitu Rosana Nurwulandari, S.Kep,Ns untuk mengikuti Workshop Manager  Pelayanan Pasien (MPP) untuk SNARS edisi 1. Tulisan ini dihasilkan dari pengamatan beliau setelah mengikuti pelatihan.

Pasien  masuk Rumah Sakit merupakan pengalaman baru, banyak proses pemeriksaan, banyak prosedur yang dijalani, relatif banyak yang tidak jelas. Pasien tidak pernah mendapat “pendidikan untuk menjadi pasien” sehingga pasien memerlukan seseorang yang akan memandu pasien selama di rumah sakit (tour guide). Pasien membutuhkan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) atau ada yang menyebut case manager.

MPP adalah suatu proses kolaboratif untuk asesmen, perencanaan, fasilitasi, koordinasi pelayanan, evaluasi dan advokasi untuk opsi dan pelayanan bagi pemenuhan kebutuhan komprehensif pasien dan keluarganya, melalui komunikasi dan sumber daya yg tersedia sehingga memberi hasil asuhan pasien yg bermutu dengan biaya efektif. (KARS, 2017)

MPP bukan Profesional Pemberi Asuhan Aktif . Ratio 1 MPP menangani 25-50 Pasien tergantung kompleksitas pasien dan kebutuhan Rumah Sakit. MPP mengikuti pasien dari awal masuk, mendapatkan pelayanan, pulang dan memastikan kontinuitas pelayanan pasien selama di rumah.

 Kualifikasi MPP :

  1. Perawat
  • Pendidikan minimal S1 Ners.
  • Memiliki pengalaman klinis sebagai profesional  pemberi  asuhan
  • (PPA) minimal 3 tahun.
  • Memiliki pengalaman sebagai kepala  ruang  rawat  minimal  2 tahun.
  1. Dokter
  • Memiliki pengalaman minimal 3 tahun dalam pelayanan  klinis di rumah sakit.
  • Memiliki pengalaman sebagai dokter ruangan minimal 1 tahun.

 Pelatihan Tambahan

  • Pelatihan utk meningkatkan pengetahuan klinis terkait dgn penyusunan dan penerapan SPO Pelayanan Kedokteran yg terdiri dari Panduan Praktik Klinis, Alur Klinis (Clinical Pathway), Algoritme, Protokol, Standing order.
  • Pelatihan Pelayanan Berfokus pada Person (PCC)
  • Pelatihan ttg perasuransian, jaminan kesehatan nasional, INA-CBG’s
  • Pelatihan ttg Perencanaan Pemulangan Pasien (Discharge planning)
  • Pelatihan Manajemen Risiko
  • Pelatihan Etiko-Legal
  • Pelatihan soft skill seperti : aspek psiko-sosio-kultural, komunikasi interpersonal.

 Peran MPP

  1. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan asuhan pasien, termasuk keluarga dan pemberi asuhannya, baik akut, dalam proses rehabilitasi di RS maupun pasca rawat, mendorong keterlibatan dan pemberdayaan pasien.
  2. Mengoptimalkan terlaksananya pelayanan berfokus pada pasien (patient centered care) dan asuhan pasien terintegrasi, serta membantu meningkatkan kolaborasi interprofesional
  3. Mengoptimalkan proses reimbursemen

 Manajer Pelayanan Pasien menjalankan fungsi asesmen, perencanaan, fasilitasi dan advokasi, melalui kolaborasi dengan pasien, keluarga, PPA, sehingga menghasilkan outcome/hasil asuhan yg diharapkan.

 Aktifitas MPP :

  1. Mengidentifikasi pasien untuk intervensi manajemen pelayanan pasien
  2. Melakukan kolaborasi dengan dokter dan pasien untuk mengidentifikasi hasil yang diharapkan dan mengembangkan suatu rencana manajemen pelayanan pasien
  3. Memonitor intervensi yang ada relevansinya bagi rencana manajemen pelayanan pasien
  4. Memonitor kemajuan pasien kearah hasil yang diharapkan
  5. Menyarankan alternatif intervensi praktis yang efisien biaya
  6. Mengamankan sumber-sumber klinis untuk mencapai hasil yang diharapkan
  7. Membakukan jalur-jalur komunikasi dengan manajer departemen / bagian / unit
  8. Bagi pasien dan keluarganya, MPP adalah analog dengan pemandu wisata / tour guide dalam berbagai perjalanan kegiatan pelayanan di RS

 Manfaat MPP untuk Rumah Sakit :

  1. Peningkatan mutu pelayanan
  2. Peningkatan kepuasan pasien dan keluarga
  3. Peningkatan keterlibatan dan pemberdayaan pasien dlm asuhan
  4. Peningkatan kepatuhan pasien dalam asuhan
  5. Peningkatan kualitas hidup pasien
  6. Peningkatan kolaborasi interprofesional tim PPA
  7. Penurunan tingkat asuhan sesuai kebutuhan pasien dan panduan klinis
  8. Penurunan Lama Dirawat
  9. Pencegahan Hari Rawat yg tidak perlu
  10. Penurunan frekuensi, jenis dan lama pemeriksaan, termasuk pemeriksaan yg tidak perlu
  11. Pengurangan / menghindari tagihan yang tidak perlu
  12. Penurunan readmisi ke rumah sakit
  13. Pengurangan kunjungan pasien yg sama ke IGD
  14. Membantu proses evaluasi penerapan alur klinis (Clinical Pathway)

Bagi RS adanya MPP dalam  manajemen pelayanan  pasien akan  memberikan keuntungan sebagai berikut :

  1. Biaya pelayanan efektif
  2. Orientasi pelayanan yang holistik
  3. Kontinuitas pelayanan diseluruh tatatan pelayanan kesehatan
  4. Klien mengetahui siapa yang harus dihubungi untuk bantuan

 MPP melaksanakan pelayanannya dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Identifikasi, seleksi / skrining pasien utk manajemen pelayanan pasien
  2. Asesmen untuk manajemen pelayanan pasien
  3. Identifikasi masalah dan kesempatan
  4. Perencanaan manajemen pelayanan pasien
  5. Monitoring
  6. Fasilitasi, Koordinasi, Komunikasi dan Kolaborasi
  7. Advokasi
  8. Hasil Pelayanan
  9. Kompetensi Budaya – Cultural Competence MPP
  10. Manajemen Sumber Daya
  11. Terminasi manajemen pelayanan pasien

 Kesimpulan :

  • Kehadiran MPP di RS adalah penting sbg bgn dari penerapan pelayanan berfokus pd pasien/person (Patient/Person Centered Care).
  • MPP memfasilitasi pemenuhan kebutuhan asuhan pasien, termasuk keluarga dan pemberi asuhannya, baik akut, maupun dalam proses rehabilitasi di RS maupun pasca rawat.
  • MPP meningkatkan keterlibatan dan pemberdayaan pasien serta keluarga dlm asuhan pasien, dan menghasilkan outcome asuhan yg lebih baik, termasuk kepuasan pasien.
  • Selain itu perannya akan mengoptimalkan terlaksananya pelayanan berfokus pd pasien dan asuhan pasien terintegrasi, serta membantu meningkatkan kolaborasi interprofesional.

Oleh : Rosana Nurwulandari, S.Kep.,Ns

Related Posts

Komentar