SOSIALISASI POKJA AP (ASESMEN PASIEN) SESUAI SNARS 1.1 SAAT APEL PAGI

SOSIALISASI POKJA AP (ASESMEN PASIEN) SESUAI SNARS 1.1 SAAT APEL PAGI

AJIBARANG – Pada hari sabtu, tanggal 7 Maret 2020 Sudah Menjadi kebiasaan di RSUD Ajibarang bahwa sebelum memulai kegiatan, dilakukan Apel Pagi bersama sebagai wujud disiplin pegawai di pagi hari. Pada Apel pagi ini  juga dilakukan sosialisasi mengenai keakreditasian untuk merefres kembali semua karyawan RSUD Ajibarang. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Direktur RSUD Ajibarang bahwa setiap apel dilakukan sosialisasi keakreditasian. Sosialisasi pada hari ini diisi oleh Pokja AP (ASESMEN PASIEN)  yang disampaikan oleh Bapak Nasim, S.Kep.,Ns.

Bapak Nasim, S.Kep.,Ns., selaku ketua Pokja AP Menjelaskan bahwa Pokja AP sebagian besar menjelaskan mengenai asesmen pasien setiap masuk ke rumah sakit yang terdiri dari asesmen IGD, Poliklinik, rawat jalan dan rawat inap. Tujuan asesmen pasien yang efektif akan menghasilkan keputusan tentang kebutuhan asuhan, pengobatan pasien yang harus segera dilakukan dan pengobatan berkelanjutan untuk emergensi, elektif atau pelayanan terencana, bahkan ketika kondisi pasien berubah. Proses asesmen pasien adalah proses yang terus menerus dan dinamis yang digunakan pada sebagian besar unit kerja rawat inap dan rawat jalan.

“Asesmen pasien terdiri atas 3 proses utama dengan metode IAR yaitu informasi Mengumpulkan informasi dari data keadaan fisik, psikologis, sosial, kultur, spiritual dan riwayat kesehatan pasien. Analisa termasuk Analisis informasi dan data, termasuk hasil laboratorium dan radiologi diagnostik imajing untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan kesehatan pasien.  Dan Membuat rencana pelayanan untuk memenuhi semua kebutuhan pasien yang telah diidentifikasi. ”, tuturnya  pak nasim yang juga sebagai Kasie Keperawatan.

Beliau juga mengatakan bahwa asesmen awal dan asesmen ulang merupakan proses penting, diperlukan identifikasi kepada disiplin /PPA yang memenuhi syarat untuk melakukan asesmen dalam lingkup prakteknya, ijin, peraturan perundangan dan sertifikasi serta mendapatkan SPK dan RKK. Asesmen harus memperhatikan kondisi pasien, umur, kebutuhan kesehatan, dan permintaan atau preferensinya. Kegiatan asesmen pasien dapat bervariasi sesuai dengan tempat pelayanan. Asesmen ulang harus dilakukan selama asuhan, pengobatan dan pelayanan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien. Asesmen ulang adalah penting untuk memahami respons pasien terhadap pemberian asuhan, pengobatan dan pelayanan, serta juga penting untuk menetapkan apakah keputusan asuhan memadai dan efektif. Proses-proses ini paling efektif dilaksanakan bila berbagai profesional kesehatan yang bertanggung jawab atas pasien bekerja sama dalam sebuah Tim yaitu DPJP sebegai Clinical leader. Dan dalam membrikan asuhan dilakukan oleh PPA yang kompeten.

“Di SNARS edisi 1.1 ini dalam asemen yang baru yaitu penambahan riwayat penggunaan obat dari pasien dan di tanda tangani oleh pasien atau keluarga pasien serta hasil asesmen yang sudah dibuat, di verifikasi oleh DPJP.” Terang pak nasim

Diakhir sosialisasinya, ia berpesan semoga yang disampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua dan kita dapat memberikan asesmen pasien dengan paripurna yang baik. (Ns/gude)

Related Posts

Komentar