SOSIALISASI POKJA ARK (AKSES KE RUMAH SAKIT DAN KONTINUITAS PELAYANAN) SESUAI SNARS 1.1 SAAT APEL PAGI

SOSIALISASI POKJA ARK (AKSES KE RUMAH SAKIT DAN KONTINUITAS PELAYANAN) SESUAI SNARS 1.1 SAAT APEL PAGI

AJIBARANG – Sudah Menjadi kebiasaan di RSUD Ajibarang bahwa sebelum memulai kegiatan, dilakukan Apel Pagi bersama sebagai wujud disiplin pegawai di pagi hari. Pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2020, apel pagi di pimpin oleh dr Ahmad hermanto, MM., selaku Kabid Pelayanan dan Keperawatan. Isi dari amanannya adalah bahwa hari ini ada pengarahan dari bapak Sekda Kabupaten Banyumas untuk Pegawai RSUD Ajibarang. Selain itu, Pada Apel pagi ini sudah dimulai sebagian sosialisasi mengenai keakreditasian untuk merefres kembali semua karyawan RSUD Ajibarang. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Direktur RSUD Ajibarang bahwa setiap apel dilakukan sosialisasi keakreditasian. Sosialisasi pada hari ini diisi  oleh Pokja ARK (AKSES KE RUMAH SAKIT DAN KONTINUITAS PELAYANAN) yang disampaikan oleh ibu Esti Dwi Anani, S.Kep.,Ns.,M.Kep.

Esti Dwi Anani, S.Kep.,Ns.,M.Kep., selaku Ketua Pokja Menjelaskan bahwa Pokja ARK sebagian besar menjelaskan mengenai skrining pasien masuk ke RS baik melalui IGD maupun melalui Poli klinik, system transfer pasien  intra hospital dan ekstra hospital, pemulangan pasien/ discharge planning,dan transportasi

sosialisasi ark saat apel pagi

“Pada skrining pasien yang perlu diketahui oleh kita adalah yang pertama jika melalui IGD, maka kita skrining apakah pasien tersebut membutuhkan peralatan yang di inginkan dalam pelayanan missal jika ada telpon rujukan maka di skrining alat-alat yang dibutuhkan pasien.  Semua telpon yang masu di dokumentasikan di buku untuk evaluasi Rumah Sakit kedepan. Jika masuk lewat poli maka di skrining pasiennya dengan 4 kategori yaitu pertama jika pasien  rawat jalan ada yang kegawatan maka disarankan masuk lewat IGD, kedua untuk pasien yang batuk lebih dari 3 minggu untuk diutamakan dalam antrian untuk mengurangi penyebaran infeksi, ketiga di skrining pemilahan poli berdasarkan keluhan pasien, keempat kebutuhan pasien misalkan hanya membutuhkan pemeriksaan penunjang yang sudah dapat pengantar pemeriksaan maka diarahkan langsung ke ruang pemeriksaan penunjang. Pada Snars 1.1 di Rawat Jalan diperlukan pelayanan yang cepat atau jalaur fast track dari pasien mendaftar sampai ke farmasi khusus untuk pasien pasien yang TB atau anak dengan demam yang tinggi  ”, tuturnya.

Beliau juga mengatakan bahwa saat transfer pasien intrahospital atau ekstrahospital diutamakan pasien harus stabil dahulu sesuai dengan protap yang ada. Dan saat melakukan transfer juga di dokumentasikan di lembar TIH serta ada form pemantauan selama transfer saat dilakukan transfer ekstrahospital.

Setiap pasien yang masuk ke RS saat pertama kali datang maka harus langsung dikaji mengenai kebutuhan perawatan dirumah/ discharge planning maksimal 48 jam yang form nya sudah ada di asesmen awal keperawatan rawat inap. Diharapkan pasien saat nanti diperbolehkan pulang sudah dipersiapkan perawatan dirumahnya seperti perawatan luka, kebutuhan fisioterapi dan sebagainya.

Pasien yang diputuskan mondok rawat inap maka perlu dijelaskan mengenai general consent dan lama dirawatnya serta kemungkinan biaya yang dilakukan oleh petugas TPPRI.

Pasien yang mengalami hambatan juga disediakan aksesnya seperti hambatan bahasa maka RS sudah menyediakan penterjemah yaitu bahasa Sunda, Inggris dan Mandarin karena sebagian ada pasien dari Daerah Salem dan Bantarkawung Brebes yang mayoritas bahasa Sunda. Dari segi transportasi yang berhubungan yaitu tersedianya ambulan yang memadai, peralatan kegawatan yang tersedia, SPO menggunakan ambulan juga sudah ada serta pengemudinya harus mempunyai SIM yang masih berlaku. Rumah sakit juga menyediakan MoU Kerjasama dengan Rumah sakit Sekitar untuk pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan Laboratorium patologi anatomi dan klinik, serta pemeriksaan penunjang CT-Scan. Hal ini dilakukan untuk menunjang pelayanan pasien secara paripurna. Setiap pasien yang dirawat jika ada permasalahan, juga di tangani oleh Case Manager atau MPP (manager pelayanan pasien) yaitu Rossana nur wulandari, S.Kep.,Ns.

Dalam hal transportasi khususnya mobil ambulan maka dalam dekontaminasi mobil ambilans maka perlu didokumentasikan dalam setiap kegiatan, serta perlu di cek mengenai klengkapan alat yang ada di dalam mobil untuk memastikan saat transfer ekstrahospital kondisinya lengkap dan layak.

Di SNARS 1.1 yang baru adalah pasien rawat jalan yang pulang maka perlu dibuatkan resume rawat jalan supaya dapat mengetahui riwayat sebelumnya dan nantinya di RSUD Ajibarang akan di link kan dengan Sim RS. Selain itu, RS sudah ada Pendaftaran Online untuk pasien yang akan control atau berobat di rawat jalan Rumah sakit,  Petugas administrasi dan perawat bidan di  Rawat inap selama ini sudah pro aktif membantu pasien yang pulang setelah mondok untuk didaftarkan Online untuk control di rawat jalannya sehingga memudahkan petugas RM dalam mencari berkas Rekam medis Pasien.

Beliau berpesan semoga yang disampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua dan kita dapat memberikan akses pelayanan yang baik dari pasien masuk sampai keluar RS dan kontinuitas pasien saat memberikan pelayanan dapat secara paripurna. (avanta/gude)

Related Posts

Komentar