Mengenal Gagal Jantung Kongestif

Mengenal Gagal Jantung Kongestif

(Ditulis oleh: dr. Novita Lusiana/dr. Silvia Dohan, Sp.PD)

 

Gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF) merupakan keadaan patologis berupa kelainan fungsi jantung, yaitu kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung sehingga jantung tidak bisa bekerja secara normal.

Gagal jantung merupakan tahap akhir dari seluruh penyakit jantung dan merupakan penyebab peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien jantung. Di Eropa, kejadian gagal jantung berkisar 0,4% - 2% dan meningkat pada usia yang lebih lanjut, dengan rata-rata umur 74 tahun. Prevalensi gagal jantung di Amerika Serikat mencapai 4,8 juta orang dengan 500 ribu kasus baru per tahunnya. Di Indonesia belum ada angka pasti tentang prevalensi penyakit gagal jantung. Meskipun terapi gagal jantung mengalami perkembangan yang pesat, angka kematian dalam 5-10 tahun tetap tinggi, sekitar 30-40% dari pasien penyakit gagal jantung lanjut dan 5-10% dari pasien dengan gejala gagal jantung yang ringan.

Dalam menegakkan diagnosis gagal jantung kongestif, digunakan kriteria Framingham yang terdiri dari:

1. Kriteria mayor :

  • Paroksismal nokturnal dispneu
  • Ronki paru
  • Edema akut paru
  • Kardiomegali
  • Gallop S3
  • Distensi vena leher
  • Refluks hepatojugular
  • Peningkatan tekanan vena jugularis

2. Kriteria minor:

  • Edema ekstremitas
  • Batuk malam hari
  • Hepatomegali
  • Dispnea on effort
  • Efusi pleura
  • Takikardi (120x/menit)
  • Kapasitas vital berkurang 1/3 dari normal

Diagnosis gagal jantung ditegakkan dengan dua kriteria mayor atau satu kriteria mayor dan 2 kriteria minor.

New York Heart Association (NYHA) mengklasifikasikan pasien CHF berdasarkan keterbatasan fisik. Klasifikasi CHF berdasarkan NYHA adalah sebagai berikut:

  1. Kelas I: Bila pasien dapat melakukan aktivitas berat tanpa keluhan CHF
  2. Kelas II: Bila pasien tidak dapat melakukan aktivitas lebih berat dari aktivitas sehari hari tanpa keluhan
  3. Kelas III: Bila pasien tidak dapat melakukan aktivitas sehari hari tanpa keluhan CHF
  4. Kelas IV: Bila pasien sama sekali tidak dapat melakukan aktivitasapapun dan harus tirah baring.

Dasar penatalaksanaan pasien gagal jantung adalah istirahat untuk mengurangi beban kerja jantung, meningkatkan kekuatan dan efisiensi kontraksi jantung, dan menghilangkan penimbunan cairan tubuh berlebihan dengan terapi diuretik.

Berikut adalah terapi farmakologi pada pasien gagal jantung, antara lain:

1)  Diuretik (Diuretik tiazid dan loop diuretik)

Mengurangi kongestif pulmonal dan edema perifer, mengurangi gejala volume berlebihan seperti ortopnea dan dispnea noktural peroksimal, menurunkan volume plasma selanjutnya menurunkan preload untuk mengurangi beban kerja jantung dan kebutuhan oksigen dan juga menurunkan afterload agar tekanan darah menurun.

2)  Antagonis aldosteron

Menurunkan mortalitas pasien dengan gagal jantung  sedang sampai berat.

3)  Obat inotropik

Meningkatkan kontraksi otot jantung dan curah jantung.

4)  Glikosida digitalis

Meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung menyebabkan penurunan volume distribusi.

5)  Vasodilator (isosorbit dinitrat)

Mengurangi preload dan afterload yang berlebihan, dilatasi pembuluh darah vena menyebabkan berkurangnya preload jantung dengan meningkatkan kapasitas vena.

6)  Inhibitor ACE

Mengurangi kadar angiostensin II dalam sirkulasi dan mengurangi sekresi aldosteron sehingga menyebabkan penurunan sekresi natrium dan air. Inhibitor ini juga menurunkan retensi vaskuler vena dan tekanan darah yg menyebabkan peningkatan curah jantung.

Penderita dianjurkan untuk membatasi aktivitas sesuai beratnya keluhan seperti: diet rendah garam, mengurangi berat badan, mengurangi lemak, mengurangi stress psikis, menghindari rokok, dan olahraga teratur.

 

Referensi :

Braunwald, E., 2015. Heart Failure and Cor Pulmonale. In: Kasper, D.L. etall, ed.20th Edition. Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York: McGraw-Hill.

Sugeng, Barita Sitompul dan J. Irawan. 2017.Buku Ajar Kardiologi. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

 

Related Posts

Komentar