Kenali Gejala Stroke

Kenali Gejala Stroke

(Ditulis oleh dr. Sera Fajarina Yoseva / dr. H. Noegroho Harbani, MSc., Sp.S)

Stroke merupakan penyakit yang mengenai gangguan fungsi serebri berupa defisit neurologis baik fokal maupun global yang terjadi secara mendadak akibat gangguan peredaran darah otak yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau meninggal dunia, dan disebabkan oleh gangguan vaskuler nontraumatik (Junaidi, 2006). Dengan kata lain, stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel saraf pada sebagian area di otak dan harus mendapatkan penanganan yang cepat.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan sekitar 31% dari 56,5 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Dari seluruh kematian akibat penyakit kardiovaskuler, sebesar 7,4 juta disebabkan oleh penyakit jantung koroner, dan 6,7 juta disebabkan oleh stroke. Di Indonesia, penyakit ini menduduki posisi ketiga setelah jantung dan kanker. Sebanyak 28,5 persen penderita stroke meninggal dunia, sisanya menderita kelumpuhan sebagian maupun total, dan hanya 15 persen saja yang dapat sembuh total dari serangan stroke dan kecacatan. Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014 menunjukkan stroke merupakan penyebab kematian utama, yaitu sebesar 21,1% dari seluruh penyebab kematian untuk semua kelompok umur. (Kemkes, 2017).

Stroke dapat terjadi diawali dengan faktor risiko yang tanpa disadari sering dialami banyak orang. Faktor risiko tersebut dibagi menjadi faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. (Pinzon, 2010).

Tabel 1. Faktor risiko

Faktor risiko yang tidak dapat diubah terdiri dari usia diatas 65 tahun, lebih sering terjadi pada laki-laki, riwayat stroke pada keluarga, dan ras kulit berwarna (meski kasusnya jarang). Faktor-faktor risiko tersebut memang sama sekali tidak dapat diubah, sehingga untuk mencegah kejadian stroke, ubahlah faktor-faktor risiko lainnya seperti mencegah hipertensi, diabetes melitus, stop merokok, jaga pola makan agar terhindar dari obesitas dan kolesterol tinggi, tidak mengonsumsi alkohol, serta olah raga, yang semuanya itu termasuk dalam faktor risiko yang dapat diubah. Jika sudah mengalami hipertensi, diabetes melitus, gangguan irama jantung, dislipidemia dan penyakit lainnya, mulailah berobat dan mengonsumsi obat yang sesuai secara rutin agar terkontrol.

Mengapa bisa terjadi stroke? Stroke terjadi akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Penyumbatan ini terjadi akibat faktor risiko yang tidak terkontrol, sehingga terjadi penggumpalan (thrombus) yang akan menyumbat pembuluh darah tersebut. Apabila tekanan darah semakin tinggi atau tidak terkontrol, maka akan meningkatkan tekanan darah yang ada di otak dan kemudian terjadi pecahnya pembuluh darah otak. Sumbatan dan pecahnya pembuluh darah yang terjadi akan menyebabkan kematian sel di daerah otak tersebut sehingga menimbulkan gejala stroke.

Apa saja gejala stroke? Yang sering terjadi adalah rasa lemas secara tiba-tiba pada wajah, lengan, kaki di salah satu sisi. Namun terkadang, gejala seperti sulit bicara, sulit memahami pembicaraan dan sulit menelan, juga sudah mengarah ke stroke. Gejala berat yang harus diwaspadai adalah terjadinya penurunan kesadaran secara mendadak yang didahului dengan sakit kepala berat atau kelemahan di salah satu sisi anggota gerak.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap tanda dan gejala stroke, Kementerian Kesehatan membuat slogan bagi masyarakat umum agar lebih mudah mengenali tanda dan gejala stroke. Slogan yang dimaksud adalah SEGERA KE RS, yang mencakup hal-hal yang harus selalu diingat serta tanda&gejala stroke.

Waktu merupakan hal terpenting dalam penatalaksanaan stroke. Periode emas adalah waktu yang sangat berharga dalam penanganan stroke, yaitu kurang dari 4,5 jam sejak pertama kali muncul tanda dan gejala. Penatalaksanaan yang cepat, tepat dan cermat memegang peranan besar dalam menentukan hasil akhir pengobatan. Bila terlambat penanganannya atau sudah lebih dari periode emas, maka stroke akan menjadi parah dan berisiko kematian atau kecacatan permanen (Kemkes,2017).

 

Referensi:

  1. 2017. GermasCegah Stroke. Jakarta: P2PTM-Kemkes
  2. Junaidi, Iskandar. Stroke A-Z seri kesehatan Popular. Jakarta : Bhuana Ilmu Populer Gramedia
  3. Pinzon, Rizaldi dan Asanti, Laksmi. 2010.AWAS STROKE! Pengertian, Gejala, Tindakan, Perawatan, dan Pencegahan. Yogyakarta : CV. ANDI OFFSE

 Gambar cover diambil dari sini.

Recent Works

PERAN GASKEB DALAM MENJAGA WAJAH RUMAH SAKIT

Ajibarang. Petugas Kebersihan di Rumah Sakit merupakan salah satu Sumber Daya Manusia yang tidak bis

Memupuk Rasa Cinta Tanah Air Melalui “Indonesia Raya 3 Stanza”

Ajibarang, -Kemeriahan HUT RI ke 74 nampaknya masih bergema di setiap penjuru negeri termasuk di sud

Akreditasi : Survei Verifikasi Tahun Kedua Menuju RSUD Ajibarang Tetap Paripurna

Ajibarang, -Dua tahun sudah RSUD Ajibarang menyandang sebagai rumah sakit dengan terkareditasi parip

Komentar