SOSIALISASI POKJA PPK (PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA) DAN MKI (MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI) SAAT APEL PAGI

SOSIALISASI POKJA PPK (PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA) DAN MKI (MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI) SAAT APEL PAGI

 AJIBARANG – Pada hari Kamis, Tanggal 8 Agustus 2019, Apel pagi di isi  dengan sosialisasi PPK (Pendidikan Pasien Dan Keluarga) dan MKI (Manajemen Komunikasi Dan Informasi) yang diisi oleh Drg. Ibnu Fajar Prasetyo. Pendidikan pasien dan keluarga adalah proses komunikasi antara pasien dan PPA (Profesional Pemberi Asuhan) untuk memberi edukasi pengetahuan dan keterampilan di rumah dalam rangka untuk meningkatkan derajat kesehatan seseorang.

“Pasien masuk ke Rumah Sakit baik melalui IGD maupun melalui rawat jalan, dilakukan assesment awal pasien. dalam assesment awal tersebut terdapat assesment awal kebutuhan edukasi. Dari hasil assesment kebutuhan edukasi tersebut, dokter berkolaborasi dengan PPA sesuai dengan kebutuhan edukasi pasien” jelasnya yang juga sebagai ketua Pokja PPK.

Beliau menyampaikan bahwa Dalam memberikan edukasi kepada pasien PPA harus menanyakan kembali tentang materi yang disampaikan. Dokumentasi edukasi kepada pasien dicatat dalam Form catatan edukasi pasien dan keluarga terintegrasi. Di cantumkan tanda tangan pemberi asuhan dan pasien yang diberi asuhan. Form ini wajib diisi oleh semua PPA yang bersangkutan.

Sedangkan Untuk pokja MKI dijelaskan oleh Budiana Marini, SKM. Beliau menjelaskan mengenai komunikasi dengan masyarakat, komunikasi dengan pasien dan keluarga, komunikasi antar pemberi pelayanan di dalam dan ke luar rumah sakit. Dalam komunikasi dengan masyarakat yang perlu dipersiapkan yaitu Tersedianya Tim yang mengelola edukasi kepada pasien dan keluarga: TIM PKRS (Promosi Kesehatan RS), Tersedianya informasi tentang pelayanan rs, waktu pelayanan dan cara untuk mendapatkan pelayanan, dan Tersedianya informasi mutu dalam pamleat, banner, dan website. Dalam berkumunikasi dengan keluarga dan pasien yang dipersiapkan yaitu Pemberian informasi tentang cara mengakses pelayanan di RS, Pemberian informasi tentang alternatif rujukan, Bahan-bahan edukasi : leafleat, banner, pamleat.

“Dalam pencaatan di rekam medis supaya disi dengan lengkap mengenai jam dan tanggal kedatangan pasien, serta identitas pasien. Tulisan nya supaya terbaca dengan jelas dan ada data base data internal dan data eksternal. Selain itu Rumah sakit harus punya perpustakaan sendiri” tuturnya.                             

Diakhir sosialisasinya, drg. Ibnu Fajar berpesan semoga yang disampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua dan kita dapat memberikan pelayanan pada pasien dengan tetap paripurna. (ibn/rn/gude)

Related Posts

Komentar