Muntah Darah: Waspada Obat-Obatan Warung

Selasa, 09 Juli 2019 | 3656 Kali
Muntah Darah: Waspada Obat-Obatan Warung

(Ditulis oleh dr. Pratistha Satyanegara /dr Irianta Dwi Poedja, Sp.PD/ dr. Silvia Dohan, Sp.PD)

Muntah darah atau dalam bahasa medis disebut dengan Hematemesis adalah salah satu keadaan yang sering kita temukan di masyarakat. Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan muntah darah. Salah satunya adalah karena penggunaan obat-obatan penahan  nyeri atau NSAID (Non-Steroid Anti Inflammatory Drugs). Contoh obat-obatan NSAID di pasaran adalah asam mefenamat, ibuprofen, natrium diclofenac, aspirin, dll. NSAID ini dapat dengan mudah didapatkan secara bebas di warung dan dapat dibeli tanpa menggunakan resep dokter.

Prevalensi penderita muntah darah di Indonesia sebenarnya belum diketahui, namun terdapat penelitian di RS Cipto Mangunkusumo pada tahun 2001-2005 pada pasien yang menjalani endoskopi, dari 4.154 orang, sebanyak 807 (20,15 %) orang mengalami muntah darah. Pada studi yang sama, penyebab paling sering adalah pecahnya varises esofagus (280 kasus, 33,4%) diikuti dengan perdarahan lambung (444 kasus, 53,1%).

Obat-obatan NSAID dapat mengganggu penyerapan mukosa dan dapat menyebabkan perlukaan pada mukosa lambung, bila penderita menggunakan NSAID dalam jangka waktu yang lama maka mukosa lambung akan mengalami perdarahan. Apabila hal tersebut terjadi maka darah akan bercampur dengan asam lambung dan dapat menyebabkan muntah darah. Mekanisme terjadinya perlukaan pada lambung tersebut sebagai berikut:

Apabila terjadi suatu proses peradangan akan menyebabkan rusaknya membran sel sehingga menghasilan asam arakidonat. Asam arakidonat ini akan menimbulkan siklus siklooksigenas 1 dan 2 (COX 1 dan 2). Obat-obatan NSAID tersebut akan menghentikan reaksi dari COX 1 dan 2 sehingga efek peradangan akan berkurang. Namun, siklus tersebut juga mempunyai efek yang baik. Salah satunya adalah untuk melindungi mukosa dari lambung. Maka dari itu, efek samping NSAID akan menimbulkan kerusakan pada mukosa lambung. Biasanya pengguna obat-obatan NSAID yang berlebihan akan merasa nyeri pada ulu hatinya, mual-mual dan muntah. Yang lebih parah lagi dapat menyebabkan muntah darah. Apabila hal tersebut sudah terjadi maka disarankan untuk segera menuju Instalasi Gawat Darurat terdekat untuk dilakukan tindakan.

Tindakan yang tepat untuk menghentikan perdarahan pertama kali adalah stop penggunaan NSAID yang dapat menyebabkan perdarahan pada mukosa lambung. Kita harus melakukan cek lab darah lengkap untuk menentukan apakah terdapat perdarahan yang hebat di lambung dengan melihat nilai hemoglobin dalam darah. Apabila kadar hemoglobin dalam darah menunjukan angka dibawah tujuh maka kita harus melakukan transfusi, dan apabila penderita mengalami muntah darah yang hebat kita juga dapat memasang Nasogastric Tube (NGT) atau selang yang dimasukkan dari hidung ke lambung untuk mencegah masuknya darah ke saluran pernafasan.

Untuk meghentikan perdarahan kita dapat memberikan pemberian obat-obatan pembekuan darah seperti Asam Traneksamat. Selain itu kita juga harus memberikan obat-obatan anti sekresi lambung, seperti Ranitidine, Omeprazole, Lansoprazole, dll. Dengan memberikan obat-obatan anti sekresi asam lambung maka proses perlukaan yang terjadi di lambung dapat dihentikan dengan segera.

Untuk mendiagnosis secara pasti apa sebenarnya yang terjadi di dalam saluran pencernaan tersebut, kita dapat melakukan tindakan endoskopi yang berfungsi untuk melihat saluran pencernaan kita dengan cara memasukkan selang dengan kamera ke dalam saluran pencernaan sehingga kita dapat melihat secara pasti yang terjadi di dalam saluran pencernaan bagian atas.

A. Perdarahan Aktif Menyemprot. B. Perdarahan Merembes. C. Pembuluh Darah Visible dengan Bekuan Sekeliling. D. Bekuan Aheren. E. Bintik Pigmentasi dasar. F. Ulkus berdasar bersih.

Adapun syarat-syarat dilakukan endoskopi adalah kondisi hemodinamik pasien harus stabil, seperti tekanan darah, nadi, respirasi, dan saturasi oksigen harus dalam keadaan yang stabil. Selain itu penderita yang akan dilakukan tindakan endoskopi tidak boleh mempunyai gangguan pernafasan.

Lalu bagaimana apabila kita akan menggunakan obat-obatan NSAID namun kita memiliki riwayat nyeri ulu hati dan muntah darah? Kita dapat menggunakan NSAID golongan ke dua, yaitu golongan yang tidak memberikan efek perlukaan pada lambung. Apabila obat-obatan NSAID golongan kedua ini tidak ada kita dapat memberikan obat-obatan NSAID bersamaan dengan obat seperti Omeprazole untuk menjaga mukosa lambung. Namun, tetap disarankan untuk penggunaan NSAID harus terkontrol oleh dokter karena penggunaan efek kronik dari NSAID yang cukup berbahaya.

Referensi:

  1. Djojoningrat D. Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas (Hematemesis Melena). 1 ed. Jakarta: Interna Publishing; 2011.
  2. Soeprapto, P., et al., 2010. Kegawatdaruratan Gastrointestinal Dalam: Juffrie, M., et al. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi: 1st ed. Jakarta: Badan Penerbit IDAI, 27 – 50.
  3. Laine, L., 2008. Gastrointestinal Bleeding. Dalam: Fauci, A.S., et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine: 17th ed. Vol 1. USA: McGraw-Hill Companies, 257 – 260.
  4. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI). Konsensus Nasional Penatalaksanaan Perdarahan Saluran Cerna Atas Non Varises di Indonesia. Jakarta. 2014.

Gambar cover diambil dari sini.

Related Posts

Komentar