KULTUM PADA APEL TERAHIR DI BULAN RAMADHAN TAHUN 1440 H RSUD AJIBARANG HADIS KE-9 ARBA’IN NAWAWI “MELAKSANAKAN PERINTAH SESUAI KEMAMPUAN”.

Sabtu, 01 Juni 2019 | 5662 Kali
KULTUM PADA APEL  TERAHIR DI BULAN RAMADHAN TAHUN 1440 H RSUD AJIBARANG HADIS KE-9 ARBA’IN NAWAWI  “MELAKSANAKAN PERINTAH SESUAI KEMAMPUAN”.

 AJIBARANG - Pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2019 diadakan apel seperti biasa di RSUD Ajibarang untuk mengawali aktifitas pelayanan di RSUD Ajibarang. Apel hari tersebut merupakan apel terakhir dibulan Ramadhan 1440 H dimana sudah menjadi tradisi di RSUD Ajibarang setelah apel dilanjutkan dengan kultum secara bergiliran oleh karyawan RSUD Ajibarang. Kultum yang dilaksanakan pada apel terakhir bulan Ramadhan disampaikan oleh Gunawan Susanto, S.Kep.,Ns.(Ketua Kemakmuran Masjid Baitussyifa Rsud Ajibarang).

Tema yang disampaikan adalah tentang Hadist ke 9 Arba’in Nawawi yaitu tentang “Melaksanakan Perintah Sesuai Kemampuan”. Hadist ini berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .

[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka.

(Bukhori dan Muslim)

 ASBAABUL WURUD (SEBAB PENYAMPAIAN HADITS)

Suatu hari Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : Wahai sekalian manusia sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kalian berhaji, maka berhajilah. Kemudian seorang laki-laki berkata: Apakah (kewajiban haji) itu setiap tahun wahai Rasulullah? Nabi diam, hingga orang itu bertanya tiga kali, kemudian Nabi bersabda: Kalau aku jawab : Iya, niscaya akan diwajibkan (tiap tahun), dan kalian tidak akan mampu. Kemudian Nabi bersabda: Biarkanlah apa yang aku tinggalkan (perintah dan larangannya) untuk kalian. Sesungguhnya yang membinasakan ummat sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan mereka dan banyaknya penyelisihan yang mereka lakukan terhadap para Nabi mereka. Jika aku perintahkan kepada kalian dengan suatu hal, maka kerjakanlah sesuai dengan kemampuan, dan jika aku larang kalian dari sesuatu, tinggalkanlah (H.R Muslim).

 FAEDAH HADITS

Dalam sabda beliau: (مَا) dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apa-apa yang aku larang”, dan di dalam sabdanya, “Apa-apa yang aku perintahkan” adalah (مَا) syarthiyah (kata syarat), yakni: apapun yang telah dilarang dari kalian, maka jauhilah hal itu seluruhnya, dan janganlah kalian melakukannya sedikit pun juga, karena menjauhi perbuatan tersebut lebih mudah daripada mengerjakannya, semua orang telah mengetahui hal tersebut. Adapun perkara yang diperintahkan, beliau bersabda, “Dan apa-apa yang aku perintahkan, kerjakanlah semampu kalian.” Karena perkara yang diperintahkan adalah perbuatan dan terkadang hal itu memberatkan manusia. Oleh karena itu, Nabi telah membatasi hal itu dengan sabdanya, (maka kerjakanlah semampu kalian).

Di antara faedah hadits ini adalah:

  1. Wajibnya menjauhi apa-apa yang telah dilarang oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, lebih-lebih lagi apa yang telah dilarang oleh Alloh SWT seluruhnya karena tiap orang mempunyai kemampuan yang sama dalam meninggalkan larangan Allah dan RasulNyashallallahu ‘alaihi wa sallam
  2. Wajibnya mengerjakan apa-apa yang telah diperintahkan sesuai kemampuan karena kemampuan tiap orang dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh dan Rosulnya berbeda-beda. Maka, tidak wajib bagi seseorang untuk melakukan lebih banyak dari apa yang ia mampu. Barangsiapa tidak mampu mengerjakan sebagian hal-hal yang diperintahkan, maka cukuplah baginya untuk mengerjakan sesuai dengan kesanggupannya. Oleh karena itu, orang yang tidak sanggup shalat dengan berdiri, bisa shalat dengan duduk; orang yang tidak sanggup shalat dengan duduk, bisa shalat dengan berbaring. Jika bisa ruku’, maka hendaknya dia ruku’, jika ia tidak sanggup, maka ia bisa menggunakan isyarat ketika ruku’, demikian juga dengan ibadah-ibadah lainnya. Seseorang mengerjakannya sesuai dengan kesanggupannya.
  3. Mudahnya agama Islam, yang mana agama ini tidak melimpahkan kewajiban atas seseorang kecuali apa-apa yang ia mampu.
  4. Seseorang tidak sepatutnya banyak bertanya karena banyak bertanya –terlebih lagi pada zaman turunnya wahyu- akan mendatangkan pengharaman terhadap (sesuatu) yang sebenarnya tidak diharamkan, atau diwajibkannya sesuatu yang tidak diwajibkan. Akan tetapi, seseorang bertanya sebatas apa-apa yang ia perlukan.
  5. Banyak bertanya dan menyelisihi para nabi adalah di antara sebab-sebab kebinasaan, dan sebab itulah yang membinasakan orang-orang sebelum kita.

Demikian isi kultum yang disampaikan oleh Gunawan Susanto, S.Kep.Ns., semoga yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan semoga kita bisa dipertemukan kembali dengan Bulan Ramadhan Tahun depan. Aamiin (ugs/gude).

Related Posts

Komentar